Pelantikan Ketua STIKes Muhammadiyah Cirebon

PELANTIKAN KETUA STIKES MUHAMMADIYAH CIREBON

PERIODE 2018-2021

 

Akademi Kebidanan Muhammadiyah Cirebon resmi berubah nama menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Muhammadiyah Cirebon. Seperti yang diketahui sesuai dengan rencana Induk Pengembangan Akbid Muhammadiyah Cirebon Tahun 2013-2033, maka Akbid Muhammadiyah Cirebon mengajukan perubahan bentuk menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Muhammadiyah Cirebon dengan penambahan prodi S1 Farmasi.

Pada 9 Oktober 2017 keluar SK perubahan bentuk Akbid Muhammadiyah menjadi STIKes Muhammadiyah Cirebon dengan nomor SK 563/KPT/I/2017. Sesuai dengan Statuta, Senat melakukan prosedur pemilihan Ketua STIKes Muhammadiyah, terpilih Hj. Ilah Sursilah, S.Si.T.,M.Kes akan dilantik oleh ketua Majelis Dikti Litbang PP Muhammadiyah, Prof DR H Lincholin Arsyad MSc PhD, Senin (29/1).

Dalam sambutannya, ketua STIKes Muhammadiyah Cirebon, Hj. Ilah Sursilah, S.Si.T.,M.Kes mengucapkan terimakasih karena sudah diberi kepercayaan untuk memimpin STIKes Muhammadiyah Cirebon. Ilah menyampaikan, STIKes Muhammadiyah Cirebon berupaya untuk terus menjadi perguruan tinggi kesehatan yang mencetak lulusan profesional dan islami. “Mudah-mudahan saya bisa istiqomah menjalankan tanggungjawab ini,” ujarnya.

Ilah mengatakan sesuai dengan visi STIKes Muhammadiyah Cirebon yakni menjadi Perguruan Tinggi Kesehatan yang profesional, maju dan islami. Status baru ini menjadi tantangan untuk STIKes Muhammadiyah Cirebon. Dijelaskan ada empat cita-cita STIKes Muhammadiyah Cirebon. Yakni meningkatkan Sumber Daya Manusia, meningkatkatkan akreditasi, mendidik mahasiswa yang berkarakter islami dan terwujudnya kebersamaan dan kekompakan mulai dari civitas akademika STIKes Muhammadiyah Cirebon, Pimpinan Daerah Muhammadiyah hingga Pemerintah. “Mudah-mudahan kami dapat meningkatkan kualitas mutu institusi dan kualitas pendidikan.”harapanya.

Sementara itu, dalam arahanya, Ketua Majelis diktilitbang PP Muhammadiyah Prof DR H Lincholin Arsyad MSc PhD mengatakan perubahan nama ini adalah bentuk perjalanan  STIKes Muhammadiyah Cirebon yang sudah hadir sebagai perguruan tinggi kesehatan selama hampir 11 tahun. “Ini naik kelas, selamat dan sukses.”Ujarnya.

Meski begitu, kata Arsyad perubahan nama menjadi tantangan bagi STIKes Muhammadiyah Cirebon Pasalnya, lanjut Arsyad persaingan global akan mempengaruhi keberadaan perguruan tinggi di indonesia. Untuk itu, saran Arsyad STIKes Muhammadiyah Cirebon harus memiliki keunggulan dan keunikan tersendiri. “Rencananya bulan maret perguruan tinggi asing sudah mulai masuk ke indonesia, itu tidak bisa ditolak. Nah, apakah nanti akan berkompetisi atau berkolaborasi? Oleh karena itu bangun keunikan dan jaga kualitas, tingkatkan sumber daya manusia, dan kembangkan netwroking,” pesannya,

  • Like!
    0

Facebook Comments: