“STRATEGI PENCEGAHAN DAN PENANGANAN COVID 19 MELALUI GERAKAN 5M ( MENJAGA JARAK, MEMAKAI MASKER, MENCUCI TANGAN, MENJAUHI KERUMUNAN, DAN MENGURANGI MOBILITAS )”

Dibuat Oleh :

Intan Suci Hati

MAHASISWA SEMESTER V PRODI DIII KEBIDANAN

Dosen pembimbing :

Vianty Mutya Sari, SST., M.Kes

Semakin hari berita tentang pasien positif covid 19 terus meningkat. dengan banyaknya jumlah pasien positif Corona,menandakan bahwa masyarakat yang masih lalai dalam melakukan pencegahan dan penyebaran virus corona. Saat ini kita sudah mengetahui bahwa, pencegahan dan penyebaran covid 19 yang sangat mudah dilakukan yaitu dengan menerapkan 5M dalam kehidupan sehari hari. 5M yang dimaksud adalah Menjaga jarak , Memakai masker, Mencuci tangan dengan sabun , Menjauhi kerumunan, dan Mengurangi mobilitas. Sebelum kita lanjut ke pembahasan lebih rinci mari kita ulas sedikit pengetahuan tentang Virus Corona.

Penyakit virus corona adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus corona.  Oleh WHO virus corona dinamai SARS CoV2 . Sedangkan dalam bahasa inggris “ crown “ artinya mahkota.  Sebutan ini diambil dari struktur dinding virus yang memilki duri atau spike, yang mengelilingi sel sehingga terbentuk mirip mahkota .  Virus SARS CoV2 adalah jenis termuda dari 7 virus corona yang bisa menginfeksi manusia. Sebelumnya pada tahun 2002 virus corona bernama SARS CoV ( Severe Acute Respiratory  syndrome ) pernah menyebabkan pandemi yang menyerang lebih dari 8000 orang dari 29 negara ; 774 pasien diantaranya meninggal dunia . negara yang paling berimbas pandemi SARS CoV 2002 yaitu Tiongkok, Taiwan, Hongkong, Singapura, Kanada dan Vietnam . pada tahun 2012 infeksi virus MERS CoV ( Middle Ease Respiratory syndrom )mewabah di Saudi Arabia dengan tingkat kematian sangat tinggi mencapai 35%. Penyebaran virus corona melalui droplet atau cairan dari mulut dan hidung saat berbicara, batuk, bersin dan masuk ke dalam tubuh melalui mata, hidung, atau mulut . SARS CoV 2 bisa hidup pada permukaan benda mati hingga berjam jam ( 8 sapai 16 jam ) tergantung jenis material. untuk itu penyebaran infeksi bisa pula terjadi saat menyentuh meja, gagang pintu, piring yang sudah dilekati virus . Selanjutnya, virus corona masuk ke dalam sel tubuh manusia dengan cara protein pada mahkota dinding sel SARS CoV2 ( Spike protein ) bisa berikatan dengan reseptor sel dinding manusia . Ikatan protein dan reseptor ini akan membuka jalan masuk buat virus untuk menginvasi. didalam sel tubuh manusia virus corona akan bereplikasi dan memperbanyak diri .Setelah jumlahnya bertambah, virus ini akan keluar dari sel, dan menyebar ke seluruh tubuh melalui aliran darah.  [ sumber : dikutip dari artikel kesehatan Dasdo Antonius Sinaga,dr,SpJP(K) :2020]

Kasus Covid 19 pertanggal 1 Maret 2021 di Indonesia mencapai 1.334.634 kasus positif, 1.142.703 sembuh, 36.166 meninggal. (Kemenkes.RI) Sedangkan untuk kasus di Jawa Barat 211.212 kasus terkonfirmasi, 211.212  positif, 172.049 sembuh, 2.360 meninggal. Dan untuk di wilayah Cirebon sendiri mencapai 16.6208 kasus .

Respon tubuh manusia setelah virus corona masuk secara alamiah, tubuh akan melakukan perlawanan dengan mengaktifkan sistem kekebalan tubuh yang pertama disebut dengan respon non spesifik, dengan sel makrofag, netrofil, dan sel denetritik yang memperlambat pertumbuhan virus,pada beberapa pasien , mencegah timbulnya gejala penyakit. Kedua, respon adaptif tubuh dengan cara membentuk antibodi yang secara spesifik bisa berikatan dan membunuh virus. antibodi adalah protein yang disebut dengan imunoglobulin. Jenis respon kekebalan tubuh yang ketiga adalah imunitas selular dengan membentuk sel T . Sel T bisa mengenali sel yang sudah terinfeksi virus, hancur bersamaan dengan seluruh virus didalamnya . gabungan ketiga respon kekebalan ini mencegah progresivitas penyakit sehingga gejala yang timbul tidak menjadi berat, dan mencegah terinfeksi ulangan oleh virus yang sama .[ sumber : dikutip dari artikel kesehatan Dasdo Antonius Sinaga,dr,SpJP(K) :2020]

Untuk itu kita dihimbau agar tetap berhati hati dan harus memiliki strategi dalam pencegahan dan penanganan agar tidak terpapar virus corona . Maka untuk  lebih jelasnya simak penjelasan berikut ini tentang strategi pencegahan dan penanganan virus corona yang semakin ganas dengan menerapkan gerakan 5M :

  1. Menjaga Jarak

Juru bicara pemerintah untuk penanganan corona Achmad Yurianto meminta masyarakat untuk selalu menjaga jarak sekitar satu sampai satu setengah meter dengan orang lain. Namun menurut spesialis penyakit menular Steven Gordon, MD dari Cleveland Clinic (2020), jarak aman dengan orang lain setidaknya sejauh dua meter.Sementara itu, WHO menyarankan untuk menjaga jarak dengan orang lain sejauh 1 sampai 3 meter, terlebih jika ada orang yang batuk dan bersin.”Kanapa? Ketika seseorang batuk atau bersin, mereka menyemprotkan droplet atau tetesan cairan kecil yang keluar dari hidung atau mulut, yang mungkin mengandung virus. Jika Anda terlalu dekat dengan orang yang batuk atau bersin, Anda bisa menghirup droplet itu, termasuk virus corona jika orang tersebut positif Covid-19,” tulis WHO dalam keterangannya di situs resmi.

Alasan kita perlu menjaga jarak adalah karena virus corona SARS-CoV-2, mikroba yang bertanggung jawab pada terjadinya pandemi Covid-19 dapat menyebar di antara orang-orang yang berdekatan.Secara teoritis virus itu dapat bertahan selama tiga jam dalam tetesan cairan yang ada di udara, dapat ditularkan melalui permukaan yang terkontaminasi, dan mudah menyebar melalui droplet batuk dan bersin.AS mengatakan jarak aman dengan orang lain adalah 6 kaki, atau sekitar 1,8 meter. Jarak aman ini dirancang untuk menghalangi metode transmisi atau perpindahan aerosol dan droplet. Johnson mengatakan, jarak 6 kaki atau 1,8 meter sampai dua meter adalah jarak minimum yang baik dengan orang lain.

  1. Memakai Masker

Memakai masker terbukti menjadi cara paling efektif dalam mencegah penularan virus corona, yang utamanya menyebar lewat transmisi udara.
Virus juga bisa menyebar di udara melalui tetesan besar yang jatuh dengan cepat ke tanah dan tetesan kecil yang disebut aerosol. Ini dapat berpindah sejauh beberapa meter kemudian menggantung di udara untuk sementara waktu.  Memakai masker di tempat umum adalah cara yang paling efektif untuk mencegah penularan antar manusia . dikutip dari kompas.com (16/06/ 2020 ).

Adapun masker yang direkomendasikan oleh Kemenkes RI ada 3 jenis masker yaitu, masker KN95, Masker Bedah dan Masker Kain. Tetapi bagi masyarakat yang memakai masker kain sebaiknya tidak lebih dari 3 jam dan apabila lebih dari 3 jam masker kain harus diganti dengan yang baru dan bersih.

  1. Mencuci Tangan

Sejatinya, menghindari infeksi kuman-kuman yang menjadi sumber penyakit berbahaya merupakan salah satu manfaat mencuci tangan. Menurut Novita Simbolon, Infection Prevention & Control Nurse (IPCN) Rumah Sakit Awal Bros Batam, dilansir dari awalbros.com (2019), 98% penyebaran kuman yang ada di tubuh berasal dari tangan.Walaupun terlihat bersih, tidak menjamin tangan tersebut bebas dari kuman. Pada umumnya, kuman-kuman yang bersarang di tangan tidak dapat dilihat dengan mata telanjang.Penyakit seperti pilek, infeksi bakteri E.coli, diare, hingga infeksi menular seperti impetigo dapat menjangkit orang-orang yang jarang membersihkan tangannya. Perpindahan virus dan bakteri dapat terjadi dengan mudah melalui tangan dan masuk ke dalam tubuh melalui mulut. Mencuci tangan harus di air mengalir dan menggunakan sabun atau bisa memakai Alcuta (alat cuci tangan )dengan konsentrat alkohol 60% agar kuman mati . Adapun cara mencuci tangan yang benar menurut WHO yaitu Pertama, Tuang cairan handrub pada telapak tangan kemudian usap dan gosok kedua telapak tangan secara lembut dengan arah memutar. Lalu usap dan gosok juga kedua punggung tangan secara bergantian, Gosok sela-sela jari tangan hingga bersih. Bersihkan ujung jari secara bergantian dengan posisi saling mengunci.Gosok dan putar kedua ibu jari secara bergantian .Terakhir,Letakkan ujung jari ke telapak tangan kemudian gosok perlahan.

  1. Menjauhi Kerumunan

Epidemiolog Indonesia di Griffith University Australia Dicky Budiman mengatakan, Indonesia seharusnya sudah tidak lagi mengagungkan 3M sebagai langkah mengantisipasi penyebaran Covid-19.Berkaca pada adanya ledakan-ledakan setelah libur panjang, Dicky menyarankan agar Indonesia kini menambah strategi pencegahan dari 3M menjadi 5M yakni menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas sebagai upaya penyempurna dari gerakan 3M untuk pencegahan penyebaran virus corona yang semakin banyak . Hindari tempat yang banyak menimbulkan kerumunan seperti: Tempat hajatan, pasar tradisional, Mall, pengajian dan lain sebagainya.

  1. Membatasi Mobilitas dan Interaksi

“Mobilitas, interaksi penduduk yang tinggi, keramaian kerumunan ini terbukti dalam riset studi epidemiologi terakhir menjadi pemicu ledakan-ledakan kasus perburukan pandemi di satu negara atau wilayah,” kata Dicky saat dikutip dari Kompas.com (24/01/2021). Untuk saat ini upaya yang dilakukan pemerintah dalam rangka membatasi mobilitas dan interaksi yaitu dengan diterapkannya PSBB secara nasional,mulai diberlakukannya Work From Home dan Study For Home atau daring , ibadah dirumah, penundaan pemberangkatan Haji dan Umroh ke tanah suci , pembatasa penerbangan dalam dan luar negeri,pembatasan tenaga kerja asing yang masuk ke Indonesia dan lain sebagainya. dengan tujuan untuk menekan angka penyebaran covid 19 yang terus melonjak.

Adapun penanganan yang dapat kita lakukan selain dengan menerapkan gerakan 5M yaitu dengan mengenali gejala awal tubuh yang terinfeksi virus corona dan segera untuk memeriksakan diri ke Fasilitas pelayanan kesehatan terdekat agar segara mendapat penanganan. Adapun gejala awal orang yang terinfeksi virus corona  seperti demam , batuk kering , dan badan lemas. Keluhan lain yang dialami oleh pasien antara lain sesak nafas, sakit tenggorokan, pilek, nafsu makan berkurang, diare, hingga berkurangnya sensasi penciuman dan perasa . Gejala akan timbul 4 sampai 14 hari setelah virus masuk ke dalam tubuh lewat mata, hidung, atau mulut . masa ini disebut masa inkubasi . selama masa inkubasi pasien tidak bergejala . Karakter SAR CoV2 yang sangat berbahaya dibandingkan virus lainnya adalah SAR CoV2 dapat menular bahkan sebelum gejala dirasakan. Kelompok orang ini dikategorikan dengan OTG ( Orang tanpa gejala ) oleh gugus tugas Covid 19 pemerintah Indonesia.

Dan adapun semenjak terjadinya pandemi covid 19 ini banyak membuat sebagian orang mengalami masalah dalam hidupnya seperti kehilangan pekerjaan, diasingkan oleh orang lain, dan sulit untuk berinteraksi secara langsung sehingga memungkingkan sebagian besar orang mengalami depresi bahkan ada yang sampai bunuh diri karena tidak mampu untuk menghadapi perubahan yang terjadi dalam hidupnya akibat covid 19, untuk itu penanganan psikis juga perlu dilakukan dalam menghadapi Era New Normal ini, disarankan untuk  menghindari stres dan tetap optimis dengan melakukan aktifitas sehari hari dan tetap menjaga jarak. Hal yang bisa dilakukan untuk mengurangi rasa bosan yaitu : Pertama, lakukan aktifitas fisik seperti membersihkan rumah dengan menyapu, mengepel, mencuci ,dll. yang Kedua, berjalan jalan ditaman rumah dan tetap jaga jarak satu sampai dua meter dari yang lain.Ketiga,  lakukan hobi didalam rumah misalnya membaca, memasak , mendengarkan radio, menonton tv dll. Keempat makan makanan yang bergizi seimbang, minum air cukup dan menghindari merokok, yang kelima buka jendela rumah usahakan untuk dapat sinar matahari, dan yang terakhir berkomunikasi dengan keluarga lewat telepon atau media sosial. (sumber : promkes kemenkes.go.id).

Selain itu, kita juga disarankan untuk lebih dekat dengan Agama agar terhindar dari depresi, stres dan hal hal yang dapat merugikan diri sendiri. karena orang yang imannya kuat ia akan selalu ingat dosa dan takut akan siksaan dari Tuhannya, apabila nanti ia melakukan hal hal yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain. Hal utama yang dapat dilakukan adalah khususnya bagi kita umat muslim yaitu: melaksanakan solat lima waktu berserta sunnah nya, mendengarkan kajian lewat Youtube atau media sosial, mengikuti seminar atau tanya jawab online dengan guru agama, membaca Al Quran dan terjemahaanya, serta mempelajari buku islami dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari hari. Sebagai upaya mengurangi stres dan rasa bosan akibat pandemi covid 19.

Dari hasil pemaparan diatas dapat disimpulkan bahwa pengetahuan tentang virus corona dan gerakan 5M ini sangat penting dan mudah dilaksanakan oleh setiap orang.Semoga dengan dituliskannya artikel tentang strategi pencegahan dan penanganan Covid 19 melalui gerakan 5M ini membuat kita semakin sadar ,akan pentingnya mejaga jarak , memakai masker , mencuci tangan, menghindari kerumunan serta membatasi mobilitas dan interaksi. sehingga pandemi covid 19 ini dapat segera berakhir. Mari Bantu Pemerintah dalam menanggulangi masalah virus corona dengan melakukan Gerakan 5M setiap hari, kapanpun dan dimanapun kita berada dan bantu diri kita untuk tetap merasa bahagia ditengah wabah corona dengan melakukan hal hal positif yang bermanfaat bagi diri sendiri maupun orang lain.

Terima kasih.

3 Responses

  1. Mantap, kreatif, ssmangatnya tinggi yaa walaupun banyak kendala di masa pandemi ini

  2. Informasi nya sangat lengkap insyaallah bisa dimengerti dan dipahami
    Kereennn artikelnya😍
    Sukses selalu
    Selalu Patuhi protokol kesehatan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *