Muhammadiyah adalah salah satu Organisasi Islam  yang besar di Indonesia. Gerakan Muhammadiyah berciri semangat membangun tata sosial dan pendidikan masyarakat yang lebih maju dan terdidik. Menampilkan ajaran Islam bukan sekadar agama yang bersifat pribadi dan statis, tetapi dinamis dan berkedudukan sebagai sistem kehidupan manusia dalam segala aspeknya. Hal tersebut sejalan dengan tujuan bangsa Indonesia yaitu menciptakan masyarakat yang lebih maju dan terdidik. Salah satu cara untuk mewujudkan hal tersebut, Muhammadiyah konsen tidak hanya penyebaran dakwah untuk umat tetapi membuat umat menjadi kaum yang berpendidikan dan intelektual melalui Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) dalam bidang pendidikan dan STIKes Muhammadiyah Cirebon merupakan salah satu institusi pendidikan AUM yang konsen dalam mengembangkan pendidikan kesehatan. Kiprah STIKes muhammadiyah Cirebon dalam dunia pendidikan kesehatan khususnya kebidanan di wilayah Jawa Barat sudah 13 tahun ikut serta membantu meningkatkan derajat kesehatan Ibu dan Anak melalui lulusan-lulusan yang di hasilkan dibawah nama Akbid Muhammadiyah Cirebon.

Perubahan merupakan hal yang wajib terjadi agar menghasilkan bangsa yang besar, kuat sejahtera lahir dan bathin serta bermartabat di mata dunia. Oleh karena itu, Pada tahun 2017 melalui Surat Keputusan Kementrian Riset, Teknologi Perguruan Tinggi Nomor 563/KPT/I/2017 tentang izin perubahan bentuk dari Akademi Kebidanan Muhammadiyah Cirebon menjadi STIKes Muhammadiyah Cirebon. Perubahan bentuk tersebut membuat STIKes Muhammadiyah Cirebon mampu melebarkan sayap dalam pendidikan  kesehatan dengan dibukanya program studi (Prodi) baru yaitu prodi S1 Farmasi dan prodi S1 Profesi Bidan. Oleh sebab itu, Pusat karir yang ada saat ini harus bisa berfungsi dalam pengembangan karir dari masing-masing prodi yang ada di STIKes Muhammadiyah Cirebon.

Telah berubah bentuknya Akbid Muhammadiyah Cirebon menjadi Stikes Muhammadiyah Cirebon tentunya harus meningkatkan kualitas dan daya saing dari paralulusan yang ada. Kualitas dan daya saing lulusan serta relevansi pendidikan di Perguruan Tinggi telah menjadi tuntutan pihak-pihak yang berkepentingan (stakeholders) dalam memberikan kontribusi nyata di dunia kerja dan meningkatkan daya saing bangsa. Peningkatan kualitas dan daya saing lulusan harus mampu meningkatkan kemampuan dan ketrampilan hidup (life skill)  serta kemampuan beradaptasi dan belajar sepanjang hayat (long life education) seperti: kemampuan berkomunikasi, bergaul dan berinteraksi dalam masyarakat ilmiah dan profesi, kemampuan untuk bekerja dalam kelompok, kemampuan untuk menggunakan khasanah pengetahuan, serta memiliki integritas, berakhlakul kharimah, bermoral dan beretika profesi.

Dalam rangka meningkatkan relevansi pendidikan menuju peningkatan kualitas dan daya saing lulusan sesuai dengan amanat Undang-undang No. 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, Akademi Kebidanan Muhammadiyah Cirebon, telah membentuk Pusat Karir yang dituangkan dalam Surat Keputusan Direktur Akademi Kebidanan Muhammadiyah Cirebon  No. 331/Kep/III.0-AUM/B/2013 tanggal 19 Agustus 2013. Pusat Karir merupakan satuan kerja yang mengemban tugas memangkas masa tunggu lulusan Akademi Kebidanan Muhammadiyah Cirebon dalam memperoleh pekerjaan untuk pertama kali dengan menyelenggarakan survey alumni, Pusat Karir juga berfungsi sebagai pengarah untuk para Alumni STIKesMuhammadiyah Cirebon yang ingin melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi ataupun mengikuti pelatihan-pelatihan yang dibutuhkan oleh para Alumni untuk menunjang karir alumni. Selain itu, Pusat Karir juga berfungsi untuk mengembangkan jaringan informasi lowongan kerja baik yang berasal dari instansi kesehatan langsung ataupun melalui jejaring alumni yang sudah ada.

Berdasarkan hal tersebut maka Akademi Kebidanan Muhammadiyah Cirebon membentuk Pusat Karir sebagai wadah para Alumni ataupun mahasiswa untuk bisa merancang karir masa depannya.