PROFILE PRODI S1 FARMASI

Program Studi S1 Farmasi merupakan salah satu Pengembangan Program Studi dari 1 Program Studi yang berada di lingkungan STIKes Muhammadiyah Cirebon. Pengembangan pendirian Program Studi S1 Farmasi adalah berdasar pada realisasi dari visi STIKes Muhammadiyah Cirebon yaitu Menjadi Perguruan Tinggi Kesehatan yang Menghasilkan Lulusan Profesional dan Islami pada Tahun 2023. Profesional berarti memiliki pengetahuan, kemampuan, sikap yang mampu bersaing dengan tenaga kesehatan lainnya melalui pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, memiliki kompetensi yang dibutuhkan pengguna pelayanan kesehatan, mampu mengembangkan civitas akademika yang inovatif, kreatif, terampil berdaya saing dan kooperatif melalui pelaksanaan Catur Dharma PerguruanTinggi. Islami berarti berkembangnya potensi mahasiswa agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT dan berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, terampil, kompeten dan berbudaya untuk mewujudkan masyarakat islam yang sebenar-benarnya berdasarkan Al Qur’an dan As-Sunnah.

 

Sebagai lembaga pendidikan kesehatan, STIKes Muhammadiyah Cirebon berkomitmen untuk terus berperan secara aktif dalam pembangunan nasional khususnya dalam sektor pembangunan kesehatan. Salah satu peran aktifnya diwujudkan dalam pembangunan Sumber daya Manusia Kesehatan dengan cara mendidik dan menghasilkan lulusan tenaga kesehatan Sarjana Farmasi yang islami, profesional, siap pakai, dan mampu berkompetisi di pasar lokal, nasional dan regional. Program studi S1 Farmasi berdiri berdasarkan SK ijin operasional dari Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia No 563./KPT/I/2017 tentang perubahan institusi dari Akademi menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Cirebon dengan penambahan Prodi S1 Farmasi.

 

Proses pembelajaran yang dilaksanakan berdasar pada pedoman pembelajaran, yang tertuang dalam bentuk Kurikulum, SAP dan Rencana Pembelajaran Semester (RPS). Pedoman Pembelajaran tersebut terbentuk melalui masukan dan pemikiran dari berbagai macam kalangan yang terkait, dalam hal ini adalah kalangan akademisi farmasi, praktisi farmasi, Organisasi Profesi Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI), Asosiasi Perguruan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI) dan Organisasi Profesi Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) sebagai organisasi mitra dalam praktek pelayanan kefarmasian, serta unsur Al Islam Kemuhammadiyahan yang tentunya dimaksud agar kurikulum yang dibuat sesuai dengan kebutuhan pasar tenaga kesehatan Sarjana Farmasi pada saat ini dan masa yang akan datang. Sehingga lulusan yang dihasilkan dapat menjadi Sarjana Farmasi yang Berkualitas dan Islami, siap pakai, dan mampu berkompetisi dan berkontribusi di pasar lokal dan nasional.