Sesuai dengan keputusan Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan sosial Republik Indonesia Nomor: 43/Menkes-Kesos/SK/2001 tentang Ijin Penyelenggaraan Pendidikan Sekolah Tinggi Bidang Kesehatan, dalam Bab I (Ketentuan Umum) pasal 1 (satu) ayat 1 (satu) disebutkan, “bahwa pendidikan Diploma adalah pendidikan profesional kesehatan yang diarahkan terutama pada kesiapan penerapan keahlian tertentu.”

Salah satu jenis pendidikan tinggi kesehatan adalah Akademi Kebidanan yang selanjutnya diakronimkan dengan istilah Akbid yang merupakan jenis pendidikan khusus untuk mendidik peserta didik menjadi tenaga bidan profesional, memiliki integritas kepribadian tinggi, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, tanggap adanya perubahan dan kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi serta mampu mengatasi masalah yang dihadapi oleh masyarakat tertentu yang berkaitan dengan masalah kebidanan.

Oleh karenanya, tenaga bidan sebagai salah satu pelayan kesehatan terdepan dalam memberikan pelayanan kesehatan terhadap ibu, bayi dan balita sangat diperlukan keberadaannya.

Dari data yang ada Kota Cirebon memiliki: 1 (satu) Akademi Kebidanan (Akbid) yang memiliki daya tampung 40 mahasiswa dari 800 calon mahasiswa jalur umum/kelas reguler (data Akbid Cirebon: 2014) dan 1 (satu) sekolah tinggi program Akbid yang bukan dalam pembinaan dari Depkes dan Pusdiknakes mempunyai daya tampung 80 mahasiswa.

Data ini menunjukkan respon positif masyarakat terhadap Akbid sangat besar, hal ini dimungkinkan karena program Akbid menciptakan lapangan kerja sendiri tanpa menggantungkan diri pada pemerintah melalui penerimaan Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Majelis Kesehatan dan Kesejahteraan Masyarakat (MKKM) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota dan Kabupaten Cirebon berpartisipasi dengan pemerintah dalam menyediakan tenaga bidan di kota dan kabupaten juga wilayah regional III dengan mendirikan Akademi Kebidanan Muhammadiyah Cirebon. Adapun dasar dari ijin  pendirian Akademi Kebidanan Muhammadiyah Cirebon yaitu SK Mendiknas RI No. 146/D/O/2006 tentang Pemberian Ijin Penyelenggaraan Program Studi  dan Pendirian Akademi Kebidanan Muhammadiyah Cirebon diselenggarakan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota dan Kabuaten Cirebon dan SK Mendiknas RI No. 1194/D/T/K-IV/2009 tentang Perpanjangan Ulang Ijin Penyelenggaraan Program Studi Kebidanan Diploma Tiga (D III) Akademi Kebidanan Muhammadiyah Cirebon diselenggarakan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota dan Kabupaten Cirebon. Tahun 2010 Akademi Kebidanan Muhammadiyah Cirebon telah terakreditasi B oleh PUSDIKLATNAKES dan BAN-PT. kemudian pada tahun 2015 telah terakreditasi B kembali oleh LAMPT-Kes.

Pada Tahun 2017 Akademi Kebidanan Muhammadiyah Cirebon berubah bentuk menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Cirebon sesuai dengan SK KEMENRISTEKDIKTI NO:563/KPT/I/2017 dengan tambahan 1 Program Studi yaitu Program Studi S1 Farmasi. Sekarang Akademi Kebidanan Muhammadiyah Cirebon berubah nama menjadi Program Studi Diploma III Kebidanan.